• Ensiklopedi Hadis 9 Imam

    Aplikasi GRATIS Ensiklopedi Hadis 9 Imam. Satu aplikasi yang berisi hadis dari 9 orang imam ahli hadis. Meskipun GRATIS akan tetapi fiturnya cukup lengkap dan mencukupi bagi kita yang ingin belajar dan mempelajari mengenai hadis. Hadis yang tersaji berisi sanad, matan, terjemahan, perawi, hadis yang terkait dan sebagainya.

  • Salat Mendahului Imam

    Salah satu kesalahan yang sering dilakukan makmum ketika salat jamaah adalah mendahului gerakan atau bacaan imamnya. Dan hal ini sering kita saksikan pada jamaah-jamaah salat yang dilakukan secara berjamaah dibanyak tempat. Banyak pula yang menganggap enteng dan ringan masalah ini.

  • Pengajuan Tunjangan Profesi Guru Tahun 2016

    Kabar baik untuk para guru PAI SMP Kabupaten Pekalongan, pengajuan persyaratan Tunjangan Profesi Guru semester Genap Tri Wulan ke 2 sudah turun. Persyaratan dikumpulkan paling lambat dikumpulkan tanggal 20 Juni 2016.

  • RPP Mata Pelajaran Fikih SMP Kelas 7

    Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran Fiqih SMP Muhammadiyah

  • Tutorial Update Data PTK pada Simpatika

    Selamat berjumpa lagi, semoga Allah SWT mencurahkan keselamatan dan keberkahan pada anda semuanya. Kali ini saya akan share “Tutorial Update Data PTK”. Semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua.

  • Keutamaan Salat Isyraq

    Sholat ini dinamakan Shalat Isyroq atau Syuruq atau Thulu’. Dinamakan demikian karena pelaksanaannya berkaitan dengan waktu matahari terbit (mulai memancarkan sinarnya). Hukum sholat Isyroq/Syuruq adalah Sunnah.

Selamat Datang di Blog Islam dan Pendidikan, semoga kunjungan anda bisa bermanfaat untuk kita semua
Tampilkan postingan dengan label Salat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2016

Tidak tumakninah dalam salat

Beberapa tahun yang lalu beredar satu video di Youtube yang berisi tentang satu pelaksanaan salat tarawih 20 rakaat yang selesai hanya dalam  waktu 7 menit. Kita jadi timbul satu pertanyaan “masa sih !”,  “apa benar ?” dan sebagainya. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana cepatnya salat tersebut. Membaca surat al-Fatihah 20 kali berapa menit, membaca doa iftitah 10 kali berapa menit, membaca tahiyat 10 kali berapa menit dan seterusnya. Kita melaksanakan salat wajib Subuh saja paling tidak 2 menit, lha ini 10 kali rakaatnya dibandingkan salat subuh selesai dalam waktu 7 menit.
tidak tumakninah dalam salat
Lalu pertanyaan paling pentingnya adalah sahkah salat dengan cara seperti ini ?
Disini kita tidak menghukumi sah atau tidak karena hanya Allah SWT yang tahu tentang sah atau tidaknya suatu ibadah.
Namun jika kita sesuaikan dengan contoh dan perilaku Rasulullah SAW dengan para sahabatnya akan kita temui satu benang putih mengenai hal tersebut.
Rasulullah SAW bersabda :
أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته، قالوا : يارسول الله، وكيف يسرق من صلاته ؟ قال : لا يتم ركوعها ولا سجودها
Artinya : Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya, mereka bertanya : “ bagaimana ia mencuri dalam shalatnya? Beliau menjawab : ( Ia ) tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya ( H. R. Ahmad )
Orang yang salat dan saat rukuk, sujud dan lainnya tidak sempurna dikatakan pencuri paling jahat oleh Rasulullah SAW.Download
Dalam keseharianpun banyak kita jumpai dalam salat jamaah di sekitar kita. Tidak meluruskan dan mendiamkan punggung sesaat ketika ruku’ dan sujud, tidak tegak ketika bangkit dari ruku’ serta ketika duduk antara dua sujud, semuanya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak kaum muslimin. Intinya mereka tidak tumakninah dalam salatnya. Tumakninah adalah salah satu rukun dalam salat, dan ini sudah disabdakan dan dicontohkan Nabi SAW.
pencuri dalam salat
Rasulullah SAW bersabda :
لا تجزئ صلاة الرجل حتى يقيم ظهره في الركوع والسجود
Artinya : Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud “( H R Abu Dawud : 1/ 533, dalam shahih jami’ hadits Na :7224)
Tidak diragukan lagi bahwa tidak tumakninah adalah pelanggaran serius dalam salatnya.  Abu Abdillah Al Asy’ari berkata : “ ( suatu ketika ) Rasulullah SAW shalat bersama shahabatnya kemudian Beliau duduk bersama sekelompok dari mereka. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan berdiri menunaikan shalat. Orang itu ruku’ lalu sujud dengan cara mematuk maka Rasulullah SAW barsabda :
" أترون هذا ؟ من مات على هذا مات على غير ملة محمد، ينقر صلاته كما ينقر الغراب الدم، إنما مثل الذي يركع وينقر في سجوده كالجائع لا يأكل إلا التمرة والتمرتين فماذا يغنيان عنه "
Atinya : “ Apakah kalian menyaksikan orang ini ? barang siapa meninggal dalam keadaan seperti ini ( shalatnya ) maka dia meninggal dalam keadaan di luar agama Muhammad. Ia mematuk dalam shalatnya sebagaiman burung gagak mematuk darah. Sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dan mematuk dalam sujudnya bagaikan orang lapar yang tidak makan kecuali sebutir atau dua butir kurma, bagaimana ia bisa merasa cukup         ( kenyang ) dengannya ( H. R Ibnu Khuzaimah )
Sujud dengan cara mematuk adalah dengan tidak menempelkan hidung pada tempat sujud, jadi hanya dahi yang menempel. Ini bukanlah sujud yang sempurna karena sujud yang sempurna harus dengan 7 anggota badan yang menempel di tempat sujud.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa seseorang masuk ke masjid kemudian salat. Setelah selesai dia lalu menyalami Nabi SAW, maka dikatakan pada orang tersebut kembalilah, dan shalatlah, sesungguhnya engkau belum shalat. Begitu dilakukan sampai tiga kali dan orang tersebut kemudian meminta diajari cara yang benar. Nabi SAW kemudian mengajarkan cara-cara salat yang disertai dengan tumakninah. Jadi orang tersebut disuruh salat kembali karena tidak tumakninah dalam salatnya.
Begitulah, dengan melihat banyaknya riwayat dari Rasulullah SAW tersebut maka kita semua bisa mengambil kesimpulan sendiri mengenai salat yang dilakukan dengan tidak tumakninah. Bagaimana bisa tumakninah kalau 20 rakaat selesai dalam waktu 7 menit, sementara tumakninah dilakukan dengan berhenti sejenak/tenang pada tiap-tiap pergerakan rukun salat.

Wallaahu a’lam.

Rabu, 08 Juni 2016

Salat mendahului imam

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan makmum ketika salat jamaah adalah mendahului gerakan atau bacaan imamnya. Dan hal ini sering kita saksikan pada jamaah-jamaah salat yang dilakukan secara berjamaah dibanyak tempat. Banyak pula yang menganggap enteng dan ringan masalah ini. Suatu saat penulis mencoba mengingatkan salah seorang ustaz supaya memperhatikan jamaah salatnya terutama dalam hal ini. Tetapi jawabannya hanya datar saja dan tidak ada upaya untuk membenarkannya. Ketika diadakan pengajiann umum dalam rangka ‘akhirussanah’ sekaligus khataman pada TPQ yang diasuhnya, saya mencoba mengingatkan lagi dengan meminta supaya dalam sambutan dan isi pengajian disinggung masalah ini. Namun ternyata sama saja, hal tersebut tidak disinggung sama sekali. Inilah salah satu bentuk meremehkan perilaku ini. Terus terang saya prihatin karena ketika salat anak-anak TPQ banyak yang selalu mendahului imam. Dan hal tersebut tidak pernah diingatkan.i

Sekarang kita coba tengok dalil-dalil yang  berkaitan dengan hal tersebut supaya kita semua mau serius dalam hal ini. Karena hal ini tidaklah enteng dan ringan tetapi sangat berat baik dalam hal sanksi maupun sah dan tidaknya salat seseorang.


Allah SWT berfirman :
وَكَانَ الإنْسَانُ عَجُوْلاً
Artinya : dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa ( al-Isra’ : 11 )
Rasulullah SAW bersabda :
التأني من الله والعجلة من الشيطان
Artinya : Pelan-pelan adalah dari Allah, dan tergesa-gesa adalah dari syaitan    ( H. R. Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra )
أما يخشى الذي يرفع رأسه قبل الإمام أن يحول الله رأسه رأس حمار
Artinya : Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kapala keledai” ( HR Muslim : 1/320-321 )
Lihatlah dalil-dalil diatas, memang tergesa-tergesa adalah sifat manusia karena itu kita harus saling mengingatkan hal tersebut dengan mengingatkan bahwa sifat tersebut adalah dari syaitan sedangkan pelan-pelan adalah dari Allah. Maka siapa saja selalu tergesa-gesa maka dia telah mengikuti syaitan, sebaliknya dengan pelan-pelan berarti dia telah mengikuti Allah SWT. Apalagi Rasulullah SAW telah mengancam degan keras bahwa siapa saja yang mengangkat kepalanya sebelum imam maka kepalanya akan diubah menjadi kepala himar oleh Allah SWT. Sungguh satu ancaman yang bukan main-main dan tidak ringan serta enteng tetapi sangat berat akibatnya.Download
Diceritakan dalam satu salat jamaah dengan Nabi SAW para sahabat sangat berhati-hati dalam hal ini:
Sungguh mereka ( para shahabat ) shalat di belakang Rasulullah SAW. Maka , jika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, saya tak melihat seorangpun yang membungkukkan punggungnya sehingga Rasulullah SAW meletakkan keningnya di atas bumi, lalu orang yang ada di belakangnya bersimpuh sujud ( bersamanya)”( HR Muslim, hadits No : 474)
Perhatikan, para sahabat ketika Rasulullah SAW bersujud tidak berani bergerak ( membungkukkan punggungnya ) sebelum beliau meletakkan keningnya di tempat sujud. Selanjutnya ketika Nabi SAW sudah meletakkan keningnya di tempat sujud barulah para sahabat bergerak untuk melakukan sujud. Satu contoh utama dari para sahabat.
Jadi, marilah kita perbaiki salat kita sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah SAW dan yang telah dicontohkan oleh para sahabat yang mulia. Dalam riwayat Ahmad dan Muslim disebutkan :
اَيُّهَاالنَّاسُ اِنِّي اِمَامُكُمْ فَلاَ تَسْبِقٌوْنِيْ بِالرُّكُوْعِ وَلاَبِالسُّجُوْدِوَلاَبِالْقِيَامِ وَلاَبِالْقُعُوْدِ وَلاَبِاْلإِنْصِرَافِ
Artinya : wahai umat manusia ! Saya adalah imammu maka janganlah kamu mendahului saya dalam mengerjakan ruku’, sujud, berdiri, duduk ataupun berpaling dari sembahyang ! ( H. R. Ahmad dan Muslim ).
Mari kita ikuti imam kita dengan bergerak sesudahnya dalam gerakan salatnya, supaya kita tidak termasuk dalam golongan yang akan diubah kepalanya oleh Allah SWT menjadi kepala himar. Nauzubillahi min zalik.

Wallaahu a’lam.

Selasa, 12 April 2016

KEUTAMAAN SHOLAT ISYROQ


salat dalam Islam

Sholat ini dinamakan Shalat Isyroq atau Syuruq atau Thulu’. Dinamakan demikian karena pelaksanaannya berkaitan dengan waktu matahari terbit (mulai memancarkan sinarnya).
Hukum sholat Isyroq/Syuruq adalah Sunnah.
Keutamaan Sholat Isyroq:
Orang yang melaksanakannya diberi pahala oleh Allah seperti pahala haji dan umroh dengan sempurna.
Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan ini adalah hadits-hadits berikut ini:
Hadits Pertama:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa Mengerjakan shalat Shubuh berjamaah, lalu dia duduk berdzikir sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “sempurna, sempurna, sempurna (pahalanya, pent).” (HR. At-Tirmidzi II/481 no.586)